Senin, 07 November 2011

Mengakhiri sebuah akhir dengan cinta yang Indah

Pernah Imam syafi’I ditanya prihal tahapan perjalanan beliau sebagai hamba Allah yang paling beliau takutkan. Beliaupun diam tertegun. Merasa belum memperoleh jawaban yang pasti, sang penanyapun kembali bertanya, kali ini dengan memberikan pilihan jawaban.
“Apakah di alam kubur?” tanyanya.
“Tidak” jawab sang Imam.
“Apakah di padang mahsyar, di akhirat?” tanyanya lagi.
Sang imampun menjawab sembari memberi alasan “Tidak, disana banyak temannya”.
“Akan tetapi tahapan perjalanan hidupku sebagai seorang hamba yang aku takutkan akan saat vonis, yaitu pada saat pisahnya nyawaku dari tubuhku, karena itulah saat vonis, apakah aku tergolong orang yang beruntung dengan bisa mempertahankan keimananku. Ataukah aku adalah orang yang celaka karena tidak bisa mempertahankan keimananku?”

Ikhwani fillah. Seindah-indahnya apapun amalan kita, akan tetapi kalau akhir dari amalan kita itu kita tutup dengan kejelekan, maka kejelekanlah yang akan kita terima. Begitupula sebaliknya. Dari senilah dalam hadisnya Beliau sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"................demi Allah yang tidak ada tuhan yang hak disembah kecuali Dia. Sesungguhnya salah satu dari kamu sekalian sungguh beramal dengan amalan penduduk surga hingga tidak ada jarak antara dia dengan surga kecuali satu dzira' (satu jengkal) akan tetapi Allah mendesain dia sebagai penduduk neraka maka (pada akhir hayatnya) diapun beramal dengan amalan penduduk neraka maka masuklah dia ke neraka. Dan sesungguhnya salah satu dari kamu sekalian sungguh beramal dengan amalan penduduk neraka hingga tidak ada jarak antara dia dengan surga kecuali satu dzira' akan tetapi Allah mendesain dia sebagai penduduk surga maka (pada akhir hayatnya) diapun beramal dengan amalan penduduk surga maka masuklah dia ke surga -untuk selama-lamanya."
Hadis ini memberi banyak arti kepada kita. Diantaranya;
Pertama: Jangan kita berbangga dan menyombongkan diri dengan amal kebaikan yang kita lakukan dan meremehkan orang yang beramal jelek, karena keputusan keberuntungan kita itu ada di akhir perjalanan kita dan tidak ada seorangpun yang mengetahui akhir itu.
Ke dua: Janganlah kita pesemis dengan amal jelek yang menyelimuti kita, karena selama nyawa belum berada di kerongkongan kita, pintu taubat tetap terbuka lebar untuk kita. dan kalau akhir perjalanan hidup kita bisa kita tutup dengan indah, maka indahnya surga akan kita raih dengan cinta.
Ke tiga: Dalam menjalankan amal ibadah kita harus mempunyai keseimbangan antara khouf (takut) dan raja'(harapan)nya. Takut apabila amalan kita tidak diterima oleh Allah hingga kita tidak tergesa-gesa berkacak pinggang dan membungsungkan dada, akan tetapi selalu berharap dengan harapan yang kuat akan diterimanya amalan yang kita jalankan.
Ke empat: Memperhatikan akhir dari setiap ibadah kita. karena nilai ibadah kita itu ditentukan di akhirnya, kalau kita bisa mengakhiri ibadah kita dengan akhir yang indah maka kita akan memperoleh keindahan yang terindah, begitu juga sebaliknya. Bukankan beliau juga pernah bersabda: innamal a’maal bil khawatim, sesungguhnya keputusan amalan adalah tergantung pada akhirnya.
Dari sinilah kita harus memperbaiki kualitas amalan kita dengan tidak menyombongkan diri dengan segala amal ibadah yang kita lakukan dengan tetap menyeimbangkan antara khouf dan roja’ dan memperhatikan setiap akhir dari amalan kita.
Begitu juga dengan puasa kita. seyogyanya kita memperhatikan penghujung dari puasa kita, yaitu pada menit-menit “sebelum seteguk air atau sebutir kurma” masuk ke mulut kita membatalkan puasa kita. Amalan apakah yang kita lakukan? Duduk2 santai dipinggir jalan? Nonton televisi? Bersenda gurau? Berdzikir dengan indah? Atau yang lainnya? Disinilah kualitas puasa kita ditentukan.

Mengisi penghujung puasa dengan indah
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam menyarakan kepada kita agar pada bulan ramadahan ini kita banyak meminta pengampunan dan surga serta memperbanyak berlindung dari neraka.
Pada saat putrid kesayangan beliau bertanya prihal amalan apakah yang harus dia lakukan untuk mengisi lailatul qadar? Beliau menjawab, perbanyaklah membaca : اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني , Allohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
So, alangkah baiknya kalau penghujing puasa kita, yaitu pada menit2 akhir “sebelum seteguk air atau sebutir kurma” masuk ke mulut kita, kita perbanyak membaca :
1. اشهد ان لا اله الا الله, اشتغفر الله اسألك الجنة واعوذ بك من النار, ashadu alla ilaha illalloh astaghfirulloh as-alukal jannata wa a’udzu bika minan naar, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, aku meminta pengampunan kepada Alloh, aku meminta kepadaMu surga dan aku berlindung denganMu dari neraka.
2. اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني, Allohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni, Ya Alloh Engkau maha pemaaf dan Engkau suka memaaf, maka maafkanlah aku.
3. Memperbanyak membaca shalawat.
4. memperbanyak dzikir.
Setelah itu, ketika maghrib tiba, kita akhiri puasa kita pada hari ini dengan indah. Seraya berdo’a Allohumma laka sumtu, wa ‘ala rizqika aftortu, dzahabad dzoma-u wab tala’atil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insyaAlloh. Kita menium seteguk air atau kita makan sebutir kurma kemudian kita lakukan shalat maghrib dengan berjamaah.
insyaAllah dengan latihan mengakhiri puasa kita dengan indah semoga akhir hidup kita kita tutup dengan indah pula dan nanti kita merasakan indahnya surga yang telah di sediakan oleh Allah azza wa jalla.
Hasbyhabiby.
Pujon-Malang 5 ramadhan 30H.

Sabtu, 05 November 2011

REKRUITMENT REMAJA ISLAM MASJID AGUNG JAWA TENGAH (RISMA JT ) THE GREAT MOSQUE THE GEAT YOUTH

REKRUITMENT REMAJA ISLAM MASJID AGUNG JAWA TENGAH (RISMA JT )
Angkatan VII .dengan tema " The Great Mosque,For The Great Youth "
Pendaftaran Mulai Tanggal 1 - 15 November 2011
Tempat Pendaftaran : Radio DAIS (Menara AL Husna MAJT) Dan Kantor RISMA JT di Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah
Yang Merasa Dirinya Akademis ,Muda & Aktifis tapi tetep agamis ..!!
So U Come Join Us RISMA-JT..
" Remaja Aktif DI masjid " Why NOt..??

Info lbh lanjut hubungi :
Sekretariat RISMA-JT Gd. Perpustakaan MAJT lt. II Jl. Gajah Raya Semarang, telp : 024-6717130 (tiap hari jam 15.00-21.00 WIB)
CP : Ina Fa ( 085290139289 )
Nugroho Taufik ( 085740257603 )
Eva Risti Winata ( 024 91142326 )
http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/11/22/ArticleHtmls/201-Remaja-Tes-Rekrutmen-Risma-22112011104016.shtml?Mode=1 

Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA-JT)





Pemuda muslim zaman sekarang sudah sulit untuk pembinaan.terutama masalah akhlakul karimah.karena para pemuda kita tidak kita arahkan untuk menuju suatu lingkungan yg membuat di bisa lebih positif dan bisa lebih mandiri..Remaja MAsjid Agung Jawa Tengah adalah sala h satu wadah yg saya ikuti.yg di sini memang sangat2 membantu saya dalam mengembangkan ilmu dan menambah pengalaman saya dalam wacana islam.karena hanya organisasi remaja masjidlah yg  bisa memberikan pendidikan ahklak dan pendidikan agama yg bagus.karena organisasi ini bebasiskan sosial tinggi dan lillahita'alla karena kalau bukan kita yg akan menjadi penerus bangsa yg bekualitas.menuntun negara dalam sebuah langkah-langkah yg positif,mari .bahwa remaja masjid itu bukan seorang yg kuno atau tidak gaul..tapi seorang remaja masjid adalah seorang yang mempunyai dedikasi tinggi dalam membentuk sebuah kehidupan mereka dalam di dunia dan di akhirat.amiinn...THE GREAT MOSQUE THE GREAT YOUTH...